Dewan Riset Daerah Bengkulu

Membangun Bengkulu Menuju Budaya Riset

POTENSI BATUBARA INDONESIA SEBAGAI SUMBER ENERGI MASA DEPAN November 19, 2009

Filed under: SDA & LH — drdbengkulu @ 4:14 am
Tags: ,

Oleh :

Nopryani Linda Sari

 ABSTRACT

 Batubara adalah bahan galian strategis dan merupakan salah satu bahan baku energi nasional yang mempunyai peranan besar dalam pembangunan nasional. Informasi  sumberdaya dan cadangan batubara menjadi hal penting dalam merencanakan strategi kebijaksanaan bidang energi nasional.

Pengentasan kemiskinan, menjaga keamanan pasokan energi, dan melindungi lingkungan hidup adalah permasalahan terbsar yang sedang dihadapi dunia saat ini. Produksi dan penggunaan batubara terkait dengan setiap permasalahan tersebut. (more…)

 

Trans Sumatera Railway November 19, 2009

Filed under: Berita — drdbengkulu @ 3:47 am
Tags: , ,

Ketua Dewan Riset Daerah Bengkulu beserta Kapala Balitbang Provinsi akan menghadiri lokakarya kerjasama Balitbang se Sumatera yang akan diselenggarakan pada tanggal 24-25 Nopember 2009 di Palembang. Dalam acara tersebut akan dibahas kemungkinan kegiatan kerjasama antara Balitbang se Sumatera khususnya tentang  rencana pembangunan kerata api trans Sumatera dan pemberdayaan pusat promosi se Sumatera yang berkedudukan di Batam. Dalam acara tersebut juga akan dibahas mengenai Rencana Jaktranas Iptek 2010-2014, dan evaluasi Jakstranas Iptek 2005-2009. Hadir pada lokakarya tersebut antara lain unsur Bappenas dan Departemen Ristek, Kepala Balitbang dan Ketua Dewan Riset Daerah se Sumatera.

Diharapkan pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama Balitbang se Sumatera.

 

OTONOMI DAERAH DAN KELEMBAGAAN IRIGASI DALAM PENATAGUNAAN AIR November 13, 2009

Filed under: Pertanian — drdbengkulu @ 4:14 am
Tags: ,

 OLEH : T R I S N O

NPM : 2009032

 ABSTRAK

 Ketersediaan sumber daya air yang semakin terbatas dan kompotitif tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat memicu konflik baik antarsektor ekonomi maupun antarpetani pengguna. Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan suatu kerangka analitik kelembagaan pengelolaan irigasi dalam pemecahan masalah konflik dan fondasi sistem pengelolaan irigasi menunjang otonomi daerah.

Pemikiran yang diajukan mencakup pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air dalam menangani tanggung jawab yang lebih luas melalui pendekatan kolektif dalam bentuk perkumpulan. Disamping faktor transfaransi dan akutabilitas, pengelolaan irigasi seharusnya memperti,bangkan aspek batas yuridis, hak atas air dan aturan representasi dalam mengatasi konflik alokasi air.

Proyeksi permintaan air di Indonesia sampai tahun 2020 diperkirakan hanya 18% dari total air yang tersedia, diantaranya 66% untuk irigasi, 17% untuk rumah tangga, 7% untuk perkotaan, 9%untuk industri. Mengikuti patokan yang dikemukakan Katumi dkk (2002), rasio kebutuhan dan ketersediaan yang kurang dari 40% masih termasuk kategori aman.

Ketersediaan air yang melimpah tidak mencerminkan kecukupan air. Bila ekonomi dunia bertumbuh cepat, permintaan air akan meningkat pula, bisa melampaui kemampuan penyediaan air bumi. Kebutuhan air di Indonesia untuk irigasi akan bersaing dengan kebutuhan industri, perumahan, dan lainnya yang terus meningkat. Menghadapi perkembangan demikian, ketersediaan air tanah dan sumber-sumber air dangkal perlu di pertahankan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penghijauan kembali semua perbukitan dan gunung yang sudah gundul serta pelestarian hutan-hutan lindung yang ada.

Kegiatan pengelolaan lahan dan air diprioritaskan guna memenuhi ketersediaan lahan dan air secara berkelanjutan untuk mendukung pemantapan ketahanan pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani.

Peran dan manfaat kegiatan pengolahan lahan dan air antara lain : (1) mengendalikan laju alih fungsi lahan, (2) memperluas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan, hortikultura perkebunan dan peternakan, (3) mendayagunakan lahan pertanian terlantar, (4) melakukan upaya konservasi dan rehabilitasi lahan pertanian, serata reklamasi lahan pertanian, (5) penguatan hak atas tanah, (6) melakukan upaya pengembangan sumber air irigasi, optimasi pemanfaatan air irigasi, konservasi air, serta (7) pemberdayaan kelembagaan dan kualitas SDM pengelola lahan dan air.

Perkembangan  kelembagaan irigasi telah banyak mewarnai pergeseran system kelembagaan dan dinamika sosial ekonomi masyarakat pedesaan, dan fenomena ini akan terus berlangsung. Interaksi teknologi (irigasi) dan kelembagaan mewujudkan suatu proses pembentukan kelembagaan baru. Atas dasar ini, kelembagaan diwujudkan sebagai aturan main untuk mengatur pelaku ekonomi dalam suatu komunitas. (more…)

 

PERANAN HUTAN KOTA DALAM MENJAGA KESEIMBANGAN LINGKUNGAN November 13, 2009

Filed under: SDA & LH — drdbengkulu @ 3:53 am
Tags: , ,

Oleh : Doddy Irawan1)

 ABSTRAK

 Permasalahan lingkungan di perkotaan seakan tidak ada habisnya bahkan kian bertambah dari tahun ke tahun. Kota-kota besar di negara maju telah mengantisipasi permasalahan lingkungan sejak dini, antara lain dengan membangun ruang terbuka hijau berupa tanaman atau green park yang luasnya bisa mencapai puluhan hektar dalam satu lokasi. Di Indonesia, pembangunan struktur pada umunya tidak di ikuti dengan pembangunan ruang terbuka hijau, oleh karena itu permasalahan menjadi beban yang berat dan memberi dampak negatif pada masyarakat banyak. Walaupun ruang terbuka hijau pada kota-kota di Indonesia masih sangat terbatas, tidak berarti peluang memperbaiki ekosistem di perkotaan sudah tertutup. Masih banyak cara memperbaiki permasalahan lingkungan di perkotaan antara lain dengan menanam pohon di setiap sudut kota pada areal yang sangat sempit sekalipun. Pada tulisan ini disajikan hal-hal penting terkait dengan peranan hutan kota dalam menjaga keseimbangan ligkungan.

 Kata Kunci : Hutan Kota, Permasalahan Lingkungan, Manfaat Pohon (more…)

 

PENDIDIKAN GRATIS, SALAH SATU PILAR PEMBANGUNAN DI KOTA BENGKULU October 29, 2009

Filed under: Pendidikan — drdbengkulu @ 10:20 pm
Tags: , ,

Oleh: Urip Santoso

            Kota Bengkulu menggulirkan tiga pilar pembangunan yang amat menggiurkan. Bagaimana tidak menggiurkan, sebab masyarakat dibuai buatnya. Tiga pilar pembangunan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Bengkulu adalah kesehatan gratis, pendidikan gratis dan ekonomi kerakyatan. Beberapa saat yang lalu walikota mendapat penghargaan karena dinilai telah mampu mengembangkan koperasi di Kota Bengkulu sebagai bentuk perwujudan dari pilar ekonomi kerakyatan. Namun, apakah benar ekonomi yang mengedepankan rakyat itu telah mampu mendongkrak ekonomi rakyat masih menjadi tanda Tanya yang besar.

            Kali ini saya akan mencoba urun rembuk tentang pendidikan gratis yang dicanangkan oleh walikota itu. Masyarakatpun terbuai dibuatnya. Masyarakat kita terbuai dengan keindahan dan harapan kosong bahwa pendidikan dasar dan menengah SEHARUSNYA GRATIS. Dengan dianggarkannya bahwa anggaran pendidikan 20% dari APBD, banyak yang bisa dikurangi beban biaya untuk mencerdaskan rakyat Kota Bengkulu ini. Secara konsep, sekolah gratis sudah sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 ayat (1); Pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Masalahnya, pemerintah hanya mampu membuat iklan pendidikan gratis namun tidak mampu merealisasikan pendidikan gratis menjadi kenyataan. Depdiknas sendiri berdalih konsep pendidikan gratis hanya menggratiskan biaya operasional yang langsung mendukung kegiatan belajar-mengajar sekolah negeri, bukan sekolah rintisan bertaraf internasional, juga bukan sekolah bertaraf internasional. Biaya pribadi seperti pakaian, sepatu, transportasi, alat dan buku tulis adalah tanggungan orang tua murid. Pendidikan gratis melarang pungutan kepada orang tua tetapi mendorong anggota masyarakat dan orang tua yang mampu memberikan sumbangan sukarela. Konsep ini tentu saja amat rancu. (more…)

 

Pengelolaan Lingkungan Hidup di Provinsi Bengkulu August 24, 2009

Filed under: SDA & LH — drdbengkulu @ 7:26 am

Berikut pemikiran Prof. Urip Santoso dalam upaya mengendalikan lingkungan hidup di Provinsi Bengkulu. Kita tahu bahwa rona lingkungan di Bengkulu sedikit demi sedikit  mengalami perubahan akibat pembangunan yang dilakukan. Berikut beberapa pemikiran tentang bagaimana mengelola lingkungan hidup di provinsi ini. http://uripsantoso.wordpress.com/2009/02/25/pengelolaan-lingkungan-hidup-di-propinsi-bengkulu-dan-konsep-pengendaliannya/#more-957

 

Sampah dan Multifungsi Pertanian June 27, 2009

Filed under: Uncategorized — drdbengkulu @ 2:04 am
Tags: , , ,

Berikut ini pemikiran Dr. M. Faiz Barchia — salah seorang anggota DRD Bengkulu — tentang pemanfaatan sampah dalam mengatasi masalah pupuk yang semakin langka dan mahal. Klik disini.

 

Profil Kesehatan di Bengkulu June 22, 2009

Filed under: kesehatan — drdbengkulu @ 9:44 am
Tags: , ,

Berikut ini tulisan tentang profil kesehatan di Bengkulu. Silahkan dibaca.

http://bengkulukota.surveilans-respon.org/profil-kesehatan/

 

Relung Inovasi Membangun Bengkulu June 22, 2009

Filed under: Umum — drdbengkulu @ 9:32 am
Tags: , , , ,

Berikut urun rembuk bagaimana membangun Bengkulu. Silahkan baca artikel berikut ini.

http://www.scribd.com/doc/9770222/Relung-Inovasi-Membangun-Bengkulu

 

Permasalahan dan Solusi Pengelolaan Lingkungan Hidup di Provinsi Bengkulu June 19, 2009

Filed under: SDA & LH — drdbengkulu @ 9:01 am
Tags: , , ,

Tulisan berikut ini mencoba mengungkapkan beberapa permasalahan lingkungan hidup di Provinsi Bengkulu. Yang ditulis oleh sdr. Urip Santoso ini hanya sebagian kecil dari permasalahan lingkungan hidup di bumi raflesia ini. Setelah anda membaca tulisan ini, tambahkan permasalahan lain yang mendesak harus segera diatasi. Mudahy-mudahan tulisan ini dapat kiranya menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi gubernur dalam membangun Bengkulu. Klik link berikut ini.

http://uripsantoso.wordpress.com/2008/05/01/permasalahan-dan-solusi-pengelolaan-lingkungan-hidup-di-propinsi-bengkulu/